Usia istri yang Menikah Dibawah Usia Dini Turun 6,43 Persen admin, 24/01/201816/04/2018 KANDANGAN – Angka pernikahan dini di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terus ditekan pemerintah setempat. Bahkan di tahun 2017 sudah berhasil menurun dibandingkan tahun 2016 lalu. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) HSS, Is Susilastuti merincikan berdasarkan data Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) HSS di tahun 2016 lalu dari total pengantin sebanyak 1.389 pasangan ada 416 istri yang menikah dibawah usia 20 tahun atau jika dipersentasikan 29,95 persen. Sedangkan di tahun 2017 dari total pengantin sebanyak 1.543 pasangan ada 363 istri yang menikah dibawah usia 20 tahun atau 23,52 persen. “Berdasarkan data berarti ada penurunan sebanyak 6,43 persen selama satu tahun,” ujar Is Susilastuti didampingi Kabid Keluarga Berencana Dinas PPKBPPPA HSS, Syahril Sofian, Rabu (24/1). Penurunan angka pernikahan dini di Kabupaten HSS berkat komitmen Pemkab setempat melakukan berbagai program mulai darigencarnya melakukan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat. Khususnya orang tua, anak-anak serta seluruh pemangku jabatan strategis baik ditingkat Kabupaten, kecamatan dan desa supaya mencegah pernikahan sejak dini. Sampai melakukan penandatanganan nota kesepahaman pencegahan perkawinan pada usia anak tahun 2017 mulai dari Kabupaten sampai desa, serta deklarasi ke sejumlah SLTA sederajat. “Alhamdulillah berbagai program yang sudah dilakukan untuk menunda menikah di usia diatas 20 tahun sudah bagus,” tukasnya. Upaya lainnya juga dilakukan melalui para petugas lapangan KB (PLKB) yang tersebar diseluruh Kecamatan untuk melakukan penyuluhan mulai tingkat desa dan kelurahan. Di tahun 2018 ini Dinas PPKBPPPA HSS akan terus menekan angka pernikahan di usia dini. “Sekolah dulu baru baru menikah, kalau pun terpaksa menikah harus sudah tamat SMA sederajat,” ujarnya. Kebiasaan menikahkan anak di usia dini harus diubah sebab banyak merugikannya diantaranya dapat mengganggu kesehatan ibu saat mengandung dan melahirkan. Para guru, kepala sekolah (kepsek) dan orang tua bisa mendorong anak-anaknya supaya terus sekolah minimal sampai lulus SLTA sederajat. Uncategorized
Uncategorized BAKTI SOSIAL PELAYANAN KB GRATIS DI DESA BUKUANEN KECAMATAN PADANG BATUNG TAHUN 2018 12/07/201816/07/2018 Rabu, 11 Juli 2018, di Desa Bukuanen Kecamatan Padang Batung. Dilaksanakan Pelayanan KB Gratis oleh Tim MUYAN Dinas PPKBPPPA Kab HSS, TP-PKK HSS dan Kesehatan (bersama Bidan-bidan Puskesmas Padang Batung, Bidan Desa Bukuanen), dan PKB Kecamatan Padang Batung serta PPKBD dan SubPPKBD. Hadir menyaksikan kegiatan Wakil Ketua dan Anggota TP-PKK… Read More
Uncategorized Sperma Sehat Menghasilkan Bayi Sehat 25/10/2021 Tugas sperma tak sekadar membuahi. Riset dari Universitas Adelaide, Australia yang dimuat dalam jurnal Communicatioan Biology menyebut bahwa sperma yang sehat akan mengirimkan sinyal kepada jaringan reproduksi perempuan agar meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Menurut para peneliti, sinyal yang dikirim oleh sperma itu meningkatkan respon imun untuk ‘membolehkan’ terjadinya pembuahan. Sperma yang… Read More
Uncategorized MEMBANGUN KEPERCAYAAN DALAM KELUARGA 28/05/2021 Segala puji bagi Allah Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasulullah, panutan dalam segala kehidupan, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabat dan semua pengikutnya yang selalu setia sampai akhir zaman. Ungkapan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah, atas curahan rahmat yang tidak pernah berhenti kepada… Read More