MEMBINA GENERASI YANG BERKUALITAS DAN UNGGUL admin, 30/04/202106/05/2021 Kaum Muslimin sidang Jum’at yang berbahagia. Sebagai amanah Allah, anak-anak hendaknya dijaga dan dididik secara benar sesuai dengan ajaran agama Islam dan tuntunan zaman. Masa kanak-kanak adalah masa dimana mereka membutuhkan perhatian yang lebih besar dan penanaman nilai-nilai moral serta penanaman aqidah yang kuat dari orang tua. Usia belia adalah masa penanaman fondasi untuk kelangsungan hidup dihari tua. Orang tua seharusnya lebih memprioritaskan pembinaan dan pendidikan terhadap anak-anak (keluarga). Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dan berlaku adillah terhadap anak-anakmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Selain dari itu keteladanan orang tua juga sangat diperlukan oleh sang anak. Mustahil rasanya mengharapkan si anak menjadi generasi yang shaleh tanpa keteladanan dari orang tua. Jika kewajiban terhadap anak ini tidak dipenuhi oleh orang tua maka yakinlah kedepan generasi yang akan lahir adalah generasi-generasi yang jauh dari harapan, generasi yang lemah dan generasi yang jauh dari nilai-nilai agama dan nilai-nilai masyarakat. نَارً وَاَهۡلِيۡكُمۡ اَنۡفُسَكُمۡ قُوۡۤا اٰمَنُوۡا الَّذِيۡنَ يٰۤاَيُّهَا “Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka” (QS At-Tahrim 66.6) Orang tua diwajibkan mengarahkan anak untuk mengenal Tuhannya sejak dini. Karena pengaruh dan cara mendidik oleh orang tua sangat dominan pengaruhnya gaya hidup nakan jika ia dewasa. Nabi Muhammad Shallallahu Wasallam bersabda : “Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-islami). Ayah dan ibunyalah kelak yang menjadikan yahudi, majusi, atau nashrani” (HR. Bukhari). عَظِيۡمٌ اَجۡرٌ عِنۡدَهٗۤ وَاللّٰهُ فِتۡنَةٌ وَاَوۡلَادُكُمۡ اَمۡوَالُـكُمۡ اِنَّمَاۤ “Dan ketahuilah, hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah pahala yang besar” (QS At-Taghobun 64:15) Anak juga merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan cita-cita kedua orang tua. Tentu saja citi-cita dalam bingkai ketaatan kepada Allah. Setiap orang tua harus memberi bekal yang cukup terhadap anak. Baik itu pemahaman terhadap Islam sebagai agamanya, pengenalan terhadap Allah dan Rasulullah sejak dini maupun keteladanan sang orang tua dalam berprilaku sehari-hari. “Ya Allah anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri dan keturunan kami anak-anak yang menyejukkan pandangan” Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia. Selain itu, anak-anak juga hendaknya dipersiapkan sebagai anak zaman yang memiliki kualitas lebih baik dari pada kualitas generasi sebelumnya. Tantangan yang dihadapi oleh anak-anak kedepan jelas lebih berat. Globalisasi dan beragamnya kebudayaan sangat deras mempengaruhi nilai-nilai ajaran islam. Hal ini sangat berpengaruh oleh kualitas keimanan, keilmuan dan kemampuan daya kritis anak harus ditingkatkan agar tidak tergilas oleh kemajuan zaman. Untuk mempersiapkan diri dalam transfromasi globalisasi yang cepat ini, tiap keluarga dan bangsa dituntut untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Globalisasi akan berdampak nrgatif pada suatu bangsa bila bangsa itu tidak memiliki sumber daya manusia yang berkualitas unggul. Bangsa Indonesia memerlukan generasi muda yang berkualitas unggul Bila dilihat dari mutu pendidikan bangsa Indonesia masih di bawah Negara-negara Asia lainnya. Globalisasi yang disertai arus informasi akan melahirkan masyarakat yang lebih menghargai kualitas individu. Dari itu, akan terformat masyarakat kompetitif, persaingan antar individu akan memuncak. Di satu sisi, persaingan yang ketat semacam ini akan meningkatkan kinerja dan produktivitas manusia. Mereka yang mampu bersaing dan menduduki posisi atas dalam strata social. Namun, dengan bermodal dari kenyataan bahwa sumber daya manusia muda Indonesia belum cukup baik, resikonya, dampaknya malah menjadi masyarakat yang frustasi. Globalisasi arus informasi, perkembangan informasi komunkasi dan teknologi akan memperluas wawasan dan relasi kaum muda dengan adanya sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi atau berelasi dengan lebih efisien dan lebih luas. Namun di sisi lain, TV, majalah, koran, handphone, dan sebagainya yang terus di-up grade itu akan mengantarkan generasi muda pada model baru yaitu virtual relation (relasi maya). Dalam relasi ini, generasi muda berhubungan dengan orang atau gambaran yang secara fisik belum pernah bertemu. Yang perlu ditekankan adalah dengan melihat kenyataan ini, virtual relation itu akan melemahkan proses sosialisasi generasi muda dalam masyarakat. Dengan hal demikian dan fasilitas yang begitu canggih, tidak aka nada dorongan untuk secara langsung terjun ke masyarakat; kemampuan interaksi akan menurun. Buktinya, bentuk-bentuk gotong royong dalam masyarakat kita, terutama generasi muda, menurun jauh bila dibandingkan masa-masa sebelumnya. Eratnya kebersamaan dalam lingkungan social masyarakat Indonesia perlahan telah memudar, dan ini tantangan kita dewasa ini. Kalangan industri ICT (Informasi and Communication Technology) perlu peduli terhadap generasi muda; mengingat mau tidak mau,tenaga kerja yang akan di pakai industri ICT berasal dari generasi muda.Kepedulian itu diwujudkan dengan mengikutsertakan program yang berkenaan dengan peningkatan kualitas sumber SDM genersi muda Indonesia dalam visi dan misinya. Ini diperlukan mengingat keadaan generasi muda Indonesia yang belum mempunyai SDM yang berkualitas benar. Realitas era ini menuntut orang hanya tidak melek huruf melainkan juga melek teknologi. Setelah visi dan misi diperbaharui,yang perlu dilakukan adalah melaksanakannya dengan sebaik-baiknya Kaum Muslimin Fenomena bobroknya moral generasi muda di sekitar kita saat ini, semakin maraknya anak jalanan serta meningkatnya kasus putus sekolah seharusnya menjadi perhatian kita bersama terlebih lagi para orang tua dan orang-orang yang memiliki kelebihan harta dalam hidupnya. Kebobrokan moral yang semakin hari semakin marak, westernisasi yang menyerang dari segala lini, gaya hidup yang semakin hedonis dan bebas serta meningkatnya pengguna narkoba dikalangan generasi muda islam adalah sebuah masalah yang tidak bisa kita lihat dengan sebelah mata. Muhammad Quthb mempunyai sebuah hipotesis yang sangat menarik. Menurut beliau, Cara yang paling efektif untuk menghancurkan generasi muda saat ini adalah melalui kampanye seks bebas.Ide-ide tentang seks itu dikampanyekan secara sistematis dan terencana melalui media-media elektronik yang setiap harinya mengajarkan ide-ide cinta pragmatis. Orang tua adalah sosok yang paling bertanggung jawab terhadap semua hal tersebut.Pendidikan agama yang kurang pengawasan terhadap pengawasan perilaku anak sehari-hari serta perhatian yang kurang dan orang tua mungkin menjadi factor penyebab yang utama mengapa sang anak semakin jauh dari ajaran islam yang mulia. Dunia anak adalah dunia yang lebih banyak diwarnai oleh proses pencarian untuk menemukan apa-apa yang menurut perasaan dan pikirannya ideal. Dunia ideal sendiri baginya, adalah dunia yang ada di depan matanya, yang karenanya ia akan melakukan pengejaran atas dasar kehendak pribadi. Akan tetapi, disisi lain, perkembangan psikologis yang sedang dilaluinya juga masih belum mampu memberikan alternative secara matang terutama berkaitan dengan standar nilai yang dikehendakinya. Karena itu selama proses yang dilaluinya, hampir selalu ditemukan berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan tempat dimana anak itu berkembang. Disinilah proses bimbingan itu diperlukan, terutama dalam ikut menemukan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan. Guru di sekolah ataupun orang tua dirumah, secara tidak sadar, seringkali menjadi sosok yang begitu Dominan dalam menentukan masa depan anak. Padahal, guru ataupun orang tua bukanlah segala-galanya bagi perkembangan dan masa depan anak. Dengan demikian proses pendidikan,pada dasarnya merupakan proses bimbingan yang memerdekakan sekaligus mencerahkan. Proses seperti itu berlangsung alamiah dalam kehidupan yang bebas dari ikatan-ikatan yang justru tidak mendidik. Dalam kerangka seperti inilah, maka keluarga bisa berperan sebagai lembaga yang membimbing dan mencerahkan, atau juga sebaliknya. Jika tidak tepat memainkan peran yang sesungguhnya, bisa saja berfungsi sebagai penjara yang hanya mampu menanamkan disiplin semu. Anak-Anak bisa menjadi manusia yang paling shaleh di rumah,tetapi menjadi nakal ketika keluar dari dinding-dinding rumah dan terbebas dari pengawasan orang tua. Dalam situasi seperti inilah, anak mulai mencari kesempatan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi yang dirasakannya semakin kering dan terbatas. Sebab berkomonikasi untuk saling menyambungkan rasa antar anggota keluarga merupakan keperluan dasar yang menuntut untuk selalu dipenuhi. Konsekuensinya, ketidaktersediaan aspek ini dalam keluarga dapat berakibat pada munculnya ketidakseimbangan psikologi yang pada gilirannya dapat saja mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan social seperti yang terjadi di masyarakat sekitar kita.Inilah diantara kerusakan akibat lunturnya atmosfir sakinah dalam keluarga. Orang tua memformat anak-anaknya menjadi agen perubahan yang mampu membawa kondisi hari ini menjadi lebih baik dari hari kemaren. Yang memiliki keimanan yang bersih dan kuat, akhlak yang solid dan ilmu yang bermanfaat. Akhirnya, marilah kita renungkan surah Al-Hujurat ayat 13, yang memberikan petunjuk kepada kita tiga prinsip: Asas keseimbangan (diciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuanAsas kemajemukan atau pluralitas,tetapi lebih pada pendekatan sosiologis bukan pendekatan teologis .(dijadikan kita dari berbagai suku dan Bangsa)Asas saling mengenal (litaarafu) dengan upaya dialog Komonikasi, silaturrahmi, dan interaksi dalam suasana saling berpengertian Dan kata kunci dari Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah : Sesungguhnya orang-orang yang mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa. Kaum muslimin sidang Juma’at yang berbahagia Mudah-mudahan kita masih melihat bahwa permasalahan yang menimpa generasi muda islam hari ini termasuk didalamnya anak –anak adalah sebuah prioritas untuk segera diselesaikan seperti yang telah diingatkanoleh Allah danRasulullah yang mulia.Sehingga kita kita bisa mempersiapkan generasi muda yang memiliki kualitas unggul yang memberi manfaat bagi agama dan bangsa kita Aamiin DisPPKBPPPA Kab.HSS-Seksi Advokasi, KIE dan PTLKB (30/04/21) Sumber : Buku Khutbah Jum’at Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi, diterbitkan oleh BKKBN bekerjasama dengan DEDAG RI, PBNU, MUI dan DMI. Uncategorized
Uncategorized Usia Ideal Melahirkan 11/06/201910/10/2019 Usia yang ideal untuk melahirkan adalah usia 21-35 tahun, hal ini dikarenakan secara fisik perkembangan reproduksi dan jalan lahir sudah cukup optimal. Jika kehamilan terjadi pada usia kurang dari 21 tahun, maka beberapa risiko yang dihadapi antara lain : Persalinan yang sulit dengan segala komplikasinya yang disebabkan karena rahim dan… Read More
Uncategorized Selamat dan Sukses Kab. HSS Raih Penghargaan KLA Kategori Madya 29/07/202102/08/2021 Sukses karena sejak tahun 2017-2019 selalu mendapat penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Pratama dan tahun 2021 mendapat penghargaan KLA Kategori Madya, Kamis 29 Juli 2021 Ini prestasi yang luar biasa atas kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas dan kerja bertanggungjawab yang tidak luput dari kerjasama dan dukungan semua pihak…. Read More
Uncategorized Pekan Pelayanan KB Serentak Implan Satu Batang Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2024 29/02/202429/02/2024 KANDANGAN – Dinas PPKBPPPPA Bidang KB (Keluarga Berencana) Melakukan Pekan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Balai Kecamatan Kandangan berdekatan dengan kantor kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada Kamis (29 Februari 2024). Dalam acara tersebut, diperkenalkan opsi kontrasepsi modern berupa implan satu batang, dengan dukungan dari bidan Puskesmas Kandangan serta… Read More