CINTA DAN KASIH SAYANG ADALAH LANDASAN DALAM MEMBINA KELUARGA YANG KOKOH admin, 21/05/2021 Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah Tiada yang indah kami persembahkan kepada maha pencipta kecuali kata-kata SYUKUR ALHAMDULILLAH karena pada hari yang sangat mulia ini yaitu “sayyidul ayyam” kita masih mendapat karunia sehingga mampu memenuhi panggilanNya untuk bersama-sama menjalankan ibadah shalat Jum’at, tak lupa shalawat dan Salam mari kita sampaikan kepada junjungan,panutan kita Nabi Besar akhiruz zaman Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Pada siang hari Jumat yang bahagia ini, marilah kita menghadapkan mengharapkan hati dan fikiran kita seluruh indera kita, seluruh anggota badan kita,seluruh sendi dan tulang kita untuk bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada sang Kholiq dengan tekad yang bulat mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam pendahuluan khotbah hari ini, telah kami kutibkan Firman Allah dalam surah At-Tin ayat 4 yang sudah sering kita dengar : تَقۡوِيۡمٍ اَحۡسَنِ فِىۡۤ الۡاِنۡسَانَ خَلَقۡنَا لَقَدۡ yang artinya Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik rupa (bentuk) Para Mufassirin (para ahli tafsir) sepakat bahwa arti sebaik-baik rupa/bentuk itu adalah bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur kecantikan bentuk tubuh (outer beauty) dan kecantikan bentuk Rohani (inner beauty) Kecantikan bentuk tubuh (fisik) kita diciptakan Allah sesuai dengan keserasian yang sempurna, tidak ada yang tidak pantas pada fisik manusia itu dengan bentuk kedua kuping, kedua mata, hidung, bibir yang terletak memang tepat pada kedudukannya. Coba bayangkan apabila ada kuping terletak di dagu misalnya, apa yang terjadi pada diri kita, pasti malu, minder, tidak mau ketemu sesama hamba Allah yang lain. Lalu bagaimana dengan bentuk Rohani ? Allah menciptakan manusia penuh perasaan,yang timbul dari qolb dan fikiran tersalur melalui syaraf sehingga kita merasakan apa yang kita rasa, ada pahit,ada manis, ada kasar, ada halus yang dapat menimbulkan rasa senang dan rasa benci, rasa bahagia dan sedih, dan sebagainya subhanallah. Allah Maha Suci dengan segala sifat-sifat-Nya yang Maha mengatur, Maha Tahu, Maha Melihat, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah Salah satu unsur kecantikan Rohani adalah Cinta (disini sedikit diuraikan karena pada saat sekarang ini cinta seringkali disalah-artikan oleh banyak orang terutama remaja-remaja yang mengutamakan cinta). Kata-kata atau ungkapan I Love You…..Aku Cinta Padamu…..Aku Sayang Kamu…..adalah sebuah lagu dalam kehidupan yang mendayu-dayu dikalangan manusia. Sulit membayangkan dunia tanpa cinta, hidup tanpa cinta, demikian penting cinta itu bagi manusia. Dari sejak semula Allah ciptakan manusia,cinta menjadi legenda yang tidak pernah hilang, kisah perseteruan cintanya Habil & Qabil. Legenda Romeo dan Juliet, cerita romantisnya Qais dan Laela yang penuh pelajaran, semua menjadikan kita bertanya-tanya, apa sebenarnya cinta itu. Manusia tega membunuh karena cinta,banyak manusia stress dan frustasi karena cinta. Cinta memang terkadang irrasional, penuh teka- teki. Manusia hanya melihat cinta dari ungkapan lahiriah dan akibatnya. Demi cinta seorang perempuan rela menyerahkan kehormatannya. Demi cinta manusia tidak bisa tidur karenanya. Merujuk konsep Islam tentang cinta akan kita temukan sesuatu yang sangat essensial dan jauh berbeda dengan konsep-konsep yang lain. Karena agama Islam agama fitrah, yaitu ideologi yang sealur dengan naluri dan watak dasar manusia yang suci. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah Cinta berarti kelembutan dan kecenderungan hati kepada yang di senangi. Cinta adalah landasan dalam memilih jalan hidup dan kebahagiaan. Suatu hubungan akan hambar dan tiada rasa bila tidak ada cinta. Berbicara masalah cinta,banyak manusia yang keliru memahaminya,apalagi kawula muda yang sedang jatuh Cinta. Tentu setiap manusia normal memiliki cinta karena cinta adalah karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang amat berharga, seperti tercantum dalam (QS. Ali Imran 3:14) مِنَ الۡمُقَنۡطَرَةِ وَالۡقَنَاطِيۡرِ وَالۡبَـنِيۡنَ النِّسَآءِ مِنَ الشَّهَوٰتِ حُبُّ لِلنَّاسِ زُيِّنَ الۡحَيٰوةِ مَتَاعُ لِكَذٰ وَالۡحَـرۡثِ وَالۡاَنۡعَامِ الۡمُسَوَّمَةِ وَالۡخَـيۡلِ وَالۡفِضَّةِ الذَّهَبِ الۡمَاٰبِ حُسۡنُ عِنۡدَهٗ وَاللّٰهُ الدُّنۡيَا “Dijadikan indah pada (pandangan)manusia kecintaan kepada apa yang diinginkan, yaitu pada perumpamaan-perumpamaan anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan), binatang-binatang ternak, sawah ladang itulah kesenangan hidup di dunia,dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri menyatakan : “Diberikan cinta kepadaku dari dunia kalian, wanita dan wewangian, dan dijadikan shalat penyenang hatiku” (Hadits riwayat Ahmad dan An-Nasa’i) Menurut Ibnu Qoyyim dalam kitabnya “Raudlah Al-Muhibbin wa Nuzlah Al-Mustaqin” ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan tumbuhnya cinta : Sifat atau suatu nilai lebih yang dimiliki oleh manusia sehingga timbul kekaguman kepadanya.Perhatian yang sangat berlebihan terhadap sifat itu.Hubungan antara keduanya yang mencinta dan dicinta Sebuah hadits mengisyaratkan proses jatuh cintanya seseorang kepada sesuatu.Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam melihat seorang perempuan lalu beliau mendatangi Zainab dan bersabda : “Wanita datang dalam rupa syetan,maka apabila kalian melihat perempuan dan tertarik,hendaklah kalian segera pulang dan mendatangi istri kalian, sebab dia (istrimu) memiliki apa yang dimiliki perempuan (yang kalian lihat) tadi” (Hadits riwayat At-Turmudzi) Terdapat 2 Unsur yang menumbuhkan cinta yaitu 1. Memandang dan memperhatikan 2. Mengagumi akan kelebihannya. Maka dalam melamar seseorang (khitbah) untuk melihat pasangannya. Lelaki mencintai perempuan dan perempuan mencintai lelaki dalam segala kemegahan duniawi adalah hal yang wajar. Namun manusia kadang lupa diri dalam mengekspresikan cintanya kepada obyek syahwat tersebut. Allah mengingatkan dalam Al-quran al-Karim : جَمًّا حُبًّا الۡمَالَ وَّتُحِبُّوۡنَ “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” (QS.Al-Fajr 89:20) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Janganlah kamu mencintai sesuatu dengan berlebihan sebab mungkin ia ( apa yang kau cintaiitu ) akan menjadi musuhmu dan janganlah membenci sesuatu berlebihan, sebab mungkin (apa yang kau benci itu) akan menjadi karibmu” (Hadits Rriwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas) Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pencipta,Maha Tahu,Maha mengatur,manusia membutuhkan hubungan cinta yang harmonis dan penuh berkah. Allah memberikan cara yang agung dan suci untuk melaksanakan rasa cinta itu yaitu pernikahan (QS. Ar-Ruum 30:21) وَجَعَلَ اِلَيۡهَا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اَزۡوَاجًا اَنۡفُسِكُمۡ مِّنۡ لَكُمۡ خَلَقَ اَنۡ اٰيٰتِهٖۤ وَمِنۡ يَّتَفَكَّرُوۡنَ لِّقَوۡمٍ لَاٰيٰتٍ لِكَ ذٰ فِىۡ اِنَّ وَّرَحۡمَةً مَّوَدَّةً بَيۡنَكُمۡ “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah dia Menciptakan untuk istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantara kalian rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” Bagi manusia yang menggunakan logika (akal) cinta bermakna ketenangan, kasih sayang, dan rahmat. Namun, bagi yang menggunakan nafsu syahwat dan emosinya,cinta berarti pemuasan nafsu dan hasrat bilogisnya atau mengumbar keinginan-keinginan tanpa kendali. Dengan kata lain, cinta adalah seks sehingga cinta dengan landasan nafsu syahwat ini akan hilang, jika sudah terpenuhi kebutuhan seksnya. Nabi Yusuf alaihi salam mengisyaratkan batasan yang jelas untuk membedakan cinta yang berlandaskan fitrah dan akal dengan cinta berlandaskan nafsu syahwat (QS. Yusuf 12:53) رَّحِيۡمٌ غَفُوۡرٌ رَبِّىۡ اِنَّ رَبِّىۡ رَحِمَ مَا اِلَّا بِالسُّوۡٓءِ لَاَمَّارَةٌۢالنَّفۡسَ اِنَّ نَفۡسِىۡۚ اُبَرِّئُ وَمَاۤ “Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan,karena sesungguhnya nafsu syahwati itu mendorong manusia kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku, Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” Ibnu Qayyim menyatakan “Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta,cinta antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan permusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kelezatan cita rasa cinta, akan menimbulkan keinganan lain yang tidak diperoleh sebelumnya” Dalam sebuah hadits disebutkan “Tidak akan terlihat hubungan dua orang yang bercinta yang melebihi nikah” (hadits riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas). Cinta sejati lahir dari fitrah kebenaran dan nurani manusia, sedangkan cinta palsu hanya mementingkan pemenuhan nafsu syahwat belaka. Hadirin sidang Ju’mat yang dimuliakan Allah Ada satu bulan pada tanggal tertentu, manusia dikecohkan oleh kelompok diluar Islam untuk mengagungkan cinta,pengaruh luar yang sudah merasuk kedalam cara hidup manusia terutama aparat remaja itu harus kikis dengan pengertian cinta yang sesungguhnya,bahwa cinta harus kita jaga bersama-sama jangan sampai dicemari oleh hal-hal yang bersifat huru-hara dan saling ucapkan selamat diantara kita. Kembalilah kepada Allah yang Maha mencinta-i kita dengan sifat Rahman dan RahiimNya kita junjung arti cinta yang sesungguhnya. Mari kita bina generasi muda kita ini dengan penuh pengertian yang mendalam tentang cinta.Dengan cinta saling menghormati dengan cinta saling pengertian dengan cinta kita bangun keluarga ini untuk mengenal arti hidup yang sebenarnya, bagaimana mengatur kelahiran, bagaimana kita menjauh dari berbagai penyakit terutama penyakit-penyakit yang saat sekarang ini sedang melanda dunia HIV/AIDS, sipilis, gonorhoe, dan sebagainya. Utamanya adalah menyadari akan kelangsungan dunia ini agar kehidupan kita ini nyaman dengan menjaga adanya keterbatasan jumlah populasi yang saat ini sudah mencapai ambang batas.Apakah kita hidup mau menginjakkan satu kaki kita di dunia ini, karena kepadatan penduduk makin sempit kaki kita berpijak? Semoga dengan CINTA kita saling mengerti,dengan CINTA kita membina diri dalam rumah tangga yang Islami, dengan CINTA kita bersemangat dalam bekerja, dengan CINTA kita bina dan didik putra putri kita dalam menuju ISLAM, IMAN, IHSAN, dan TAQWA yang tinggi sehingga kehidupan kita mendapat ridla Allah dan selamat dari siksa api neraka, Aamiin. Sumber : Buku Khutbah Jum’at Keluarga Berencana & Kesehatan Reproduksi, diterbitkan oleh BKKBN bekerjasama dengan DEDAG RI, PBNU, MUI dan DMI. DisPPKBPPPA Kab.HSS-Seksi Advokasi, KIE dan PTLKB (21/05/21) Uncategorized
Uncategorized 5 Bagaimana Organ REPRODUKSI Perempuan dan Fungsinya? 15/07/2020 KIE Tentang Kesehatan Reproduksi Berseri untuk FB dan Website : 4. Bagaimana Organ Reproduksi Perempuan dan Fungsinya? Organ Reproduksi Perempuan meliputi dua bagian yaitu alat kelamin luar (gental ekstrna) dan alat kelamin dalam (genital interna). Alat Kelamin Luar meliputi : Vulva, celah paling luar dari alat kelamin wanita Bibir besar… Read More
Uncategorized PENGUATAN PERAN SERTA ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN MITRA KERJA 02/06/2021 Rabu, 02 Juni 2021 Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Selatan melalui Bidang Keluarga Berencana, melaksanakan Kegiatan Penguatan Peran serta Organisasi Kemasyarakatan dan Mitra Kerja Lainnya dalam Pelaksanaan Pelayanan dan Pembinaan Kesertaan Ber-KB. Kegiatan ini diikuti oleh semua PKB/PLKB Kecamatan se-Kab. HSS,… Read More
Uncategorized DEKLARASI PENCEGAHAN PERKAWINAN PADA USIA ANAK DI SMAN 1 KANDANGAN DAN DI MAS DARUL ULUM KANDANGAN 23/10/201722/01/2018 Pagi hari ini Senin tanggal 23 Oktober 2017 telah dilaksanakan Deklarasi Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak di SMAN 1 Kandangan dengan Pembina Upacara Bendera dari Kepala Dinas Pendidikan Kab.HSS, dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Kab.HSS, Kabid KB dan Kabid Dalduk & KS beserta staf dan Kasi Pelayanan Kontrasepsi Dinas PPKBPPPA Kab.HSS,… Read More