AYO CEGAH STUNTING !!! Ayo, Kenali Tanda-Tanda Anak Stunting Sejak Dini! admin, 08/10/201908/10/2019 Apa saja gejala dan tanda anak stunting ? Tidak semua anak yang berperawakan lebih pendek mengalami stunting. Stunting merupakan keadaan tubuh yang sangat pendek dilihat dari standar baku pengukuran tinggi badan menurut usia berdasarkan standar WHO. Menurut Kemenkes RI, balita pendek atau stunting bisa diketahui bila seorang balita sudah diukur panjang atau tinggi badannya, lalu dibandingkan dengan standar, dan hasil pengukurannya ini berada pada kisaran di bawah normal. Seorang anak termasuk dalam stunting atau tidak ini tergantung dari hasil pengukuran tersebut. Jadi tidak bisa hanya dikira-kira atau ditebak saja tanpa pengukuran. Selain tubuh berperawakan pendek dari anak seusianya, ada juga ciri-ciri lainnya yakni: Pertumbuhan melambat Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya Pertumbuhan gigi terlambat Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya Pubertas terlambat Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya Apa saja faktor yang mempengaruhi anak stunting? Utamanya, faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan. Terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan postnatal (setelah melahirkan). Kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Rendahnya pola konsumsi pangan bergizi, seimbang dan aman. Lantas apa dampaknya stunting? Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan. Maka itu, kondisi ini bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pada pertumbuhan fisiknya, serta gangguan metabolisme. Dampak jangka panjangnya, stunting yang tidak ditangani dengan baik sedini mungkin akan menurunkan kemampuan kognitif otak, kekebalan tubuh lemah sehingga mudah sakit, dan risiko tinggi munculnya penyakit metabolik seperti kegemukan, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah. Nah, bagaimana mencegah stunting? Stunting dapat dicegah dengan mengoptimalkan pengasuhan 1000 HPK. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan buah hati selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) diperlukan nutrisi yang baik dan itu sangat penting. Tanpa nutrisi yang baik, bayi akan dan dapat mengalami kerusakan serius bahkan permanen, pada otak dan tubuhnya yang sedang berkembang. Masalah gizi kronis pada 1.000 HPK dapat berdampak pada stunting atau bertubuh pendek. Peranan orang tua diperlukan pada fenomena ini untuk lebih waspada terhadap kondisi anak mereka, karena hal ini sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjangnya. Anak yang tidak tumbuh dengan baik dan terlalu pendek untuk usia mereka menderita kondisi yang dikenal sebagai stunting (postur pendek/kerdil). Stunting menunjukkan bahwa seorang anak gagal berkembang. Pada ibu hamil yang tidak mendapatkan cukup nutrisi dan kekurangan gizi yang dia butuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayinya selama kehamilan dapat memberikan cikal bakal stunting pada janinnya. Keadaan ini dapat berlanjut setelah lahir, akibat kebiasaan pemberian makan yang buruk, terjadi infeksi berulang dan pola makan yang kurang memenuhi asupan zat gizi yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada masalah gizi kronis berdampak serius pada anak, misalnya gangguan perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh melemah, intelegensia (IQ) rendah, dan risiko lebih besar terkena penyakit serius seperti diabetes dan kanker di kemudian hari. Yang perlu diingat adalah, bahwa efek stunting dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Dimana anak perempuan yang terlahir kekurangan gizi dan menjadi kerdil saat masa kanak-kanak akan tumbuh menjadi ibu yang kekurangan gizi, yang pada gilirannya melahirkan bayi yang kekurangan gizi juga. Siklus ini akan berhasil diputus dengan intervensi yang tepat. #AyoCegahStunting #DisPPKBPPPA #BidangKeluargaBerencana #SeksiAdvokasiKIEInstitusiMasyarakat Referensi : https://www.bkkbn.go.id https://hellosehat.com https://dinkes.lampungprov.go.id Uncategorized
Uncategorized KIE Pencegahan Penyebaran COVID-19 Di Pasar Bayur Desa Patai Ulin Kecamatan Simpur Wilayah Kampung KB “BINA BERSAMA” 20/07/2020 Minggu, 19 Juli 2020 Tim KIE Mobil Penerangan (MUPEN) KELUARGA BERENCANA (KB) melaksanakan KIE Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada salah satu Kampung KB, yaitu desa Pantai Ulin yakni pada Pagi Hari Pasar Bayur Kecamatan Simpur Wilayah Kampung KB “BINA BERSAMA” Kegiatan KIE kali ini dilakukan bersama dengan TIM KIE SKPD, dan… Read More
Uncategorized PEMBINAAN FORUM ANAK DESA MALINAU 22/07/2020 Rabu, 22 Juli 2020 Dinas PPKBPPPA Kab. Hulu Sungai melakukan Pembinaan Forum Anak Desa Malinau bertempat di Kantor Desa Malinau Kec. Loksado. Materi dengan tema Penguatan Forum Anak sebagai 2P (Pelopor & Pelapor) disampaikan oleh Kabid PPPA Hj. Tatik Sri Rahayu, S.Pt, MP dan materi Peran 2P Forum Anak dalam… Read More
Uncategorized Forum Anak Daerah (FAD) HSS Laksanakan Sosialisasi “Dampak Pornografi di Internet” 05/02/201816/04/2018 Full Day hari Sabtu tanggal 3 Februari 2018 bagi Forum Anak Daerah Hulu Sungai Selatan di manfaatkan dengan melakukan Sosialisasi dengan Teman Sebaya pada sekolah Madrasah Aliyah Abul Hasan di Desa Durian Rabung Kecamatan Padang Batung. Dengan tema “Dampak Pornografi di Internet”. Dampak Pornografi di Internet antara lain adalah melemahkan… Read More